Selamat Datang di Blog Swapala - Kalijaga

Swapala Kalijaga merupakan kelompok pencinta alam (PA) yang berbasis di SMA Negeri 1 demak.. Merupakan salah satu dari bagian kegiatan ekstra kurikuler pilihan bagi siswa SMA Negeri 1 demak. Kelompok yang berdiri pada tanggal 09 September 1999 ini kini mulai berkembang menjadi kelompok yang tidak hanya berkegiatan di bidang petualangan saja..

Dasar-dasar Mountaineering

Mountaineering berasal dari kata “mountain” yang berarti gunung. Mountaineering adalah kegiatan mendaki gunung yang terdiri dari tiga tahap kegiatan, yaitu : Hill Walking. Merupakan perjalanan pendakian bukit-bukit yang landai, tidak mempergunakan peralatan dan teknis pendakian

Tehnik Dasar Navigasi Darat

Menurut penjelasan pada “Diktat Badan Diklat Wanadri”, navigasi darat adalah penentuan posisi dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya maupun pada peta. Berkaitan dengan pengertian tersebut, pemahaman tentang kompas dan peta serta cara penggunaannya mutlak harus dikuasai.

Tehnik Hidup di Alam Bebas

Untuk dapat menikmati kehidupan alam bebas yang memang kadang-kadang penuh dengan resiko, tidak ada jalan lain selain memahami karakteristik alam tersebut. Gejolak-gejolak yang di timbulkan oleh alam memerlukan suatu teknik untuk mengatasinya.

Mendaki Secara Tim Atau Solo?

Kegiatan pendakian gunung sejatinya adalah sebuah kegiatan tim atau bersama. Hal itu dikarenakan kita harus memperhitungkan segala aspek resiko yang mengikuti kegiatan pendakian gunung ini. Akan tetapi tidak sedikit pula yang melakukan kegiatan pendakian gunung ini secara individu atau solo.

Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

10.2.17

DIKSAR BUKAN PEMBUNUH!

Bagaimana Melakukan Indoktrinasi Dengan Meninggalkan Unsur Kekerasan


Penting! Disarankan membaca dulu tulisan : DIKLATSAR… PENTINGKAH? Sebelum membaca artikel di bawah ini.
                Belum lama ini santer tersebar berita heboh mengenai diksar mapala di jogja yang menelan korban jiwa siswanya. Tidak tanggung-tanggung, 3 siswa sekaligus menjadi korban meninggal dunia. Diduga penyebabnya adalah tindak kekerasan yang dilakukan oleh para senior atau instrukturnya. berdasarkan berita, kekerasan yang dilakukan bukan sekedar kekerasan fisik tangan kosong semata, tetapi menggunakan alat berupa rotan dan kayu. melihat fakta seperti itu, kita menjadi berfikir keras, sesungguhnya ini kegiatan pendidikan atau pembantaian? Bahkan pendidikan militer yang mencetak para perwira penjaga kedaulatan bangsa pun tidak sesadis ini. Akibat dari kejadian tersebut, para panitia dan senior yang menjalankan kegiatan diksar serta melakukan kekerasan tersebut harus menjalani proses hukum dan harus menerima ganjarannya di skors bahkan dikeluarkan dari kampus tempat mereka menuntut ilmu. Bahkan rektor kampus tersebut pun harus mengundurkan diri dari jabatannya karena merasa bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa itu. Melihat imbas yang harus terjadi akibat kejadian itu, tidak bisa dipungkiri bahwa kegiatan diksar atau diklatsar atau dikdas atau apapun istilahnya bukanlah suatu kegiatan yang sepele. Jika dilakukan dengan benar, maka hasilnya pun akan luar biasa positif, tetapi jika dilakukan dengan tidak benar seperti pada kejadian di atas, maka imbasnya pun akan luar biasa merugikan. Dan yang lebih parah lagi, lagi-lagi mapala atau organisasi alam bebas yang sudah biasa melakukan kegiatan pendidikan keras pun harus kembali menjadi sorotan tajam masyarakat dan bahkan akan terancam eksistensinya. Diberbagai penjuru nusantara, para penggiat alam bebas pun banyak melakukan kampanye dukungan terhadap kelompok kegiatan alam bebas dengan hashtag #MapalaBukanPembunuh yang menyatakan bahwasannya mapala sesungguhnya tidak kejam, kejadian di mapala jogja tersebut hanyalah satu kelalaian yang harus diproses sesuai hukum yang berlaku, sedangkan secara keseluruhan mapala di Indonesia harus diselamatkan namanya karena tidak semua mapala melakukan tindak kekerasan pada sistem pendidikannya. Bahkan di beberapa kota dilakukan aksi pernyataan sikap sebagai bentuk dukungan terhadap mapala di Indonesia. Lantas adakah solusi untuk pendidikan dasar mapala atau kelompok kegiatan alam bebas yang tetap menjaga unsur pendidikan keras dan tegas tetapi tanpa adanya unsur kekerasan? Tentu saja ada dan seharusnya bisa dilakukan jika sistemnya dibenahi dan tetap mengedepankan prosedur keselamatan.
Acara Pernyataan Sikap dan Doa Bersama Forum Komunikasi Keluarga Besar Pecinta Alam Bandung Raya
Foto Oleh Muchlis Aja

16.2.16

MANAJEMEN PERJALANAN PENDAKIAN

(Seni Mempersiapkan Perjalanan Pendakian)

Sebelum membahas tentang Manajemen Perjalanan Pendakian, sebaiknya kita sedikit melakukan review terlebih dahulu tentang apa itu manajeman. Tidak sulit memang menemukan penjelasan tentang manajemen di dunia maya. Sudah sangat bertebaran tulisan-tulisan yang membahas tentang apa itu manajemen. Sedikit yang saya kutip adalah berikut ini. Pengertian manajemen menurut George.R.Terry yang mengatakan bahwa pengertian manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan-tujuan organisasional maksud yang nyata. Pengertian manajemen menurut Encylopedia of the Social Science, mengatakan bahwa pengertian manajemen adalah suatu proses yang pelaksanaan tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi. Pengertian manajemen menurut Mary Parker Follet, mengatakan bahwa pengertian manajemen adalah sebuah seni atau management is an art). Setiap pekerjaan mampu diselesaikan oleh orang lain. Pengertian manajemen menurut James A.F Stoner, yang mengemukakan pendapatnya tentang pengertian manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, dan penggunaan sumber daya organisasi yang lain agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Pengertian manajemen menurut Lawrence A. Appley adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain. Pengertian manajemen Wilson Bangun adalah rangkaian aktivitas-aktivitas yang dikerjakan oleh anggota-anggota organisasi untuk mencapai tujuannya. Pengertian manajemen menurut Koontz, mengatakan bahwa pengertian manajemen adalah seni yang paling produktif selalu didasarkan pada pemahaman terhadap ilmu yang mendasarinya. (Sumber : Artikelsiana)

Fungsi Manajemen Perjalanan Pendakian
Bisa kita simpulkan secara sederhana bahwa Manajemen adalah sebuah pengaturan proses untuk mencapai suatu tujuan tertentu, baik dilakukan sendiri maupun melibatkan orang lain (Organisasi/Kerjasama). Jika proses yang hendak kita lakukan adalah perjalanan pendakian gunung, maka Ilmu Manajemen yang kita gunakan bisa kita sebut dengan Manajemen Perjalanan Pendakian. Sedangkan apa tujuan yang hendak dicapai? Dalam hal ini setiap pelaku pendakian bisa memiliki tujuan yang berbeda. Bisa sekedar untuk sampai ke puncak, bisa sekedar untuk menikmati perjalanan semampunya (tidak harus puncak), bisa juga dengan tambahan tujuan skunder seperti hunting foto landscape, penelitian, dan lain-lain.

20.4.15

Pemimpin Baru Harapan Baru


seperti sudah sempat dipaparkan pada artikel sebelumnya : Tentang Suksesi Kepemimpinan Dan Reorganisasi bahwa saat ini Swapala-Kalijaga sedang dalam masa pemilihan calon pemimpin baru untuk masa kepengurusan tahun 2015/2016. Sejak mulai tahapan awal berupa penyaringan calon ketua, kini telah terlaksana PEMILU raya Swapala-Kalijaga yang dilaksanakan melalui 2 sistem yaitu online dan pemilihan langsung. Pemilihan online berupa pemilihan melalui line SMS/WA/BBM dari para alumni yang tidak bisa terlibat secara langsung untuk memilih calon ketua tersebut. pemilihan online dimulai dari tanggal 17 April 2015 jam 00.00 dan ditutup pada tanggal 18 April 2015 jam 15.00. Sedangkan pemilihan langsung dilakukan di SMAN 1 Demak yang merupakan basis dari Organisasi ini pada tanggal 18 April 2015 jam 16.00. 

Berikut hasil lengkap pemilu raya Swapala Kalijaga tahun 2015/2016 :

- Total suara masuk melalui e-vote (pemilihan online) : 20 suara
- Total suara melalui pemilihan langsung : 33 suara
- Total keseluruhan : 53 suara

Hasil Pemilihan :
- Calon pertama (Awwaludin Nafiurrasyid) : 16 Suara
- Calon kedua (Achsania Dewi Pangesti) : 6 Suara
- Calon ketiga (Yusuf Cahya Wibawa) : 31 Suara

Selamat kepada Yusuf Cahya Wibawa yang secara resmi telah terpilih menjadi pemimpin baru Swapala-Kalijaga periode 2015/2016. Semoga bisa menjadi pemimpin yang amanah, bisa mewujudkan apa yang menjadi visi-misi nya, sanggup membawa Swapala-Kalijaga menjadi lebih maju lagi dan lebih berprestasi lagi. Dan semoga kepengurusan baru yang nantinya dibentuk dibawah kepemimpinannya dapat mengemban semua tugas dan menyelesaikan apa yang menjadi tujuannya. Dan diharapkan bagi seluruh tim untuk bisa mendukung dan ikut andil dalam pelaksanaan tugas ke depan nanti. Karena sesungguhnya kemenangan ini adalah kemenangan dari seluruh organisasi Swapala-Kalijaga. Tetap kedepankan kerjasama dan kerja kolektif demi terciptanya prinsip "Kerja Keras, Kerja Ikhlas, Kerja Cerdas". Untuk serah terima jabatan secara resmi akan dilakukan saat ekspedisi akhir tahun dan evaluasi keanggotaan nanti saat liburan semester di puncak Gunung Lawu. Dan secara resmi kepengurusan yang baru akan bertugas setelah dilakukan serah terima jabatan secara resmi.
Ingat.. Tugas berat menunggu di masa depan!. Swapala-Kalijaga... Jaya...!!!

Yusuf Cahya Wibawa (Ketua Terpilih Swapala-Kalijaga periode 2015/2016)

16.4.15

Tentang Suksesi Kepemimpinan Dan Reorganisasi

Setiap organisasi pasti memiliki kepengurusan. Kepengurusan di setiap organisasi bisa berbeda-beda sesuai dengan ciri, karakter bahkan dari budaya organisasi itu sendiri. Kepengurusan dalam organisasi bersifat sangat penting dan wajib karena itu merupakan salah satu syarat mutlak bahwa organisasi tersebut berjalan dengan benar selain unsur lain seperti program kerja dan lain-lain. Salah satu syarat wajib bagi setiap organisasi adalah harus memiliki ketua/koordinator yang bertugas sebagai komandan utama dalam menjalankan setiap program dan kegiatan. Seorang ketua memiliki tanggung jawab mengatur segala urusan keorganisasian, mengatur jalannya program kerja serta penanggung jawab dari semua kegiatan. Seorang pemimpin harus tahu betul karakter organisasinya, mengerti budaya organisasinya, serta sanggup melanjutkan segala misi-misi yang telah dijalankan pada masa sebelumnya. Selain itu, seorang pemimpin juga harus memiliki jiwa mengayomi, baik untuk organisasinya maupun untuk anggotanya. Seorang pemimpin juga harus memiliki jiwa "memiliki" yang sangat kuat terhadap organisasinya, sehingga mampu untuk memajukan organisasinya tersebut sesuai dengan jalur yang benar dan telah disepakati bersama. Dalam istilah populer bisa juga disebut dengan "sense of belonging".
Swapala-Kalijaga sebagai sebuah organisasi juga harus menerapkan sistem tersebut supaya organisasi ini bisa tetap terus berjalan sesuai dengan budaya yang telah lama dibangun. Swapala-Kalijaga telah mencapai usia 15 tahun, artinya dalam kurun waktu tersebut sudah cukup untuk membangun sebuah budaya. Budaya keorganisasian yang memiliki ciri tersendiri dan sudah cukup mapan. Oleh karena itu suksesi kepemimpinan pun telah menyesuaikan dengan budaya yang sudah di bangun tersebut. Masa jabatan kepengurusan di Swapala-Kalijaga telah disepakasi selama satu tahun, itu artinya setiap setahun sekali akan selalu diadakan suksesi kepeminpinan yang mencakup beberapa proses antara lain laporan pertanggungjawaban dari kepengurusan yang akan berakhir, proses screening atau penyaringan calon-calon pemimpin untuk masa kepengurusan mendatang, pemilihan ketua/koordinator, serah terima jabatan dan yang terakhir adalah penyusunan program kerja untuk masa kepengurusan yang baru. Untuk masa kepengurusan Swapala-Kalijaga tahun 2014/2015 ini sudah hampir berakhir dan sudah sampai pada proses pemilihan calon ketua untuk masa kepengurusan 2015/2016. sejak mulai proses screening beberapa waktu sebelumnya sudah terpilih 3 (tiga) orang calon yang nantinya akan bertarung dalam PEMILU akbar Swapala-Kalijaga yang akan dilaksanakan pada tanggal 17-18 April 2015. Sesuai dengan budaya yang telah dibangun di Swapala-Kalijaga memang proses pemilihan dilakukan dengan dua sistem. Sistem pertama adalah sistem online, dimana para alumni yang tidak bisa hadir saat pemilihan langsung dapat memberikan suaranya melalui line SMS atau Whatsapp yang sudah disiapkan sebelumnya. Memang dilakukan seperti itu karena semua anggota Swapala-Kalijaga masih memiliki hak pilih termasuk para alumni. Lantas bagaimana caranya para alumni tersebut bisa mengenal dan mengetahui visi-misi para calon ketua? pada proses sebelumnya telah dilakukan pengenalan dan pemaparan visi-misi dari para calon ketua melalui media grup facebook khusus organisasi. Dalam proses tersebut setiap calon diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri serta memaparkan visi-misi nya. Dan para alumni berhak untuk memberikan pertanyaan di kolom komentar. Dengan proses tersebut diharapkan para alumni yang sebelumnya jarang bertemu atau bahkan belum pernah bertemu dengan para calon tersebut bisa mengenal dan mengetahui visi-misi dari para calon ketua itu dan bisa menentukan pilihan serta selanjutnya memberikan vote melalui line SMS atau Whatsapp nanti pada tanggal 17 dan 18 April 2015. Sedangkan untuk pemilihan langsung nanti akan dilaksanakan tanggal 18 April 2015 di SMAN 1 Demak yang merupakan basis dari organisasi Swapala-Kalijaga ini. Bagi anggota yang bisa hadir saat pemilihan langsung dapat memberikan suaranya secara langsung untuk memilih ketua baru untuk masa kepengurusan 2015/2016. Bagi para anggota Swapala-Kalijaga diharapkan untuk bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya karena proses ini akan menentukan nasib organisasi hingga satu tahun mendatang. Untuk para calon ketua, diharapkan bisa dan mampu untuk mengemban tugas kepemimpinan dan melanjutkan segala misi yang telah dijalankan sebelumnya, serta bisa menjadi seorang komandan yang baik yang sanggup menjadi pemimpin di garis terdepan organisasi.
Berikut adalah profil singkat dari 3 (tiga) orang calon ketua Swapala-Kalijaga periode 2015/2016 :

Calon Pertama
Nama : Awwaludin Nafiurrasyid (Anggota Swapala Kalijaga Angkatan XVI)
Visi :
Menjadikan organisasi pencinta alam menjadi organisasi yang berkualitas, unggul, serta selalu aktif dalam kegiatan melestarikan alam serta lingkungan
Misi:
1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2. Menciptakan kembali rasa saling menghormati dan menghargai sesama anggota pencinta alam
3. Menciptakan rasa kesadaran tentang mencintai alam dan lingkungan
4. Menjalin kerjasama dengan sekolah untuk menjadikan lingkungan sehat, bersih dan indah
5. Melanjutkan kembali amanat dari ketua angkatan sebelumnya

Foto Afi :



Calon Kedua
Nama : Achsania Dewi Pangesti (Anggota Swapala Kalijaga Angkatan XVI)
Visi :
Menjadikan organisasi Swapala Kalijaga menjadi organisasi yang mencintai alam dan lingkungan serta menanamkan jiwa disiplin yang tinggi antar sesama anggota dan pencinta alam lainnya dengan tujuan mencintai dan melindungi alam maupun lingkungan sesuai kode etik pencinta alam
Misi :
1. Menjalin persaudaraan dan silaturahmi antar organisasi pencinta alam yang lain dan saling menghargai antar sesama anggota
2. Melanjutkan program kerja angkatan sebelumnya untuk menjadi lebih baik
3. Bekerjasama  dalam mengadakan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan alam dan sosial
4. Menjadikan anggota Swapala Kalijaga menjadi lebih disiplin

Foto Achsania :


Calon Ketiga
Nama : Yusuf Cahya Wibawa (Anggota Swapala Kalijaga Angkatan XVI)
Visi :
Menuju organisasi pencinta alam yang bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, cerdas, unggul, berprestasi dan senantiasa berperan aktif dalam menjaga, melestarikan alam dan lingkungan
Misi :
1. Bertaqwa kepada Tuhan YME dan selalu menjaga, melestarikan alam dan lingkungan sebagai ciptaan-Nya
2. Menjalin hubungan persaudaraan yang harmonis terhadap sesama anggota Swapala Kalijaga dan kepada sesama organisasi pencinta alam yang lain
3. Menyelenggarakan kegiatan yang menjaga pelestarian alam dan lingkungan di sekolah maupun masyarakat
4. Mengkoordinasi semua kegiatan yang dilaksanakan agar berjalan efektif dan sistematis

Foto Yusuf :

27.3.15

Mendaki Secara Tim Atau Solo?


Kegiatan pendakian gunung sejatinya adalah sebuah kegiatan tim atau bersama. Hal itu dikarenakan kita harus memperhitungkan segala aspek resiko yang mengikuti kegiatan pendakian gunung ini. Akan tetapi tidak sedikit pula yang melakukan kegiatan pendakian gunung ini secara individu atau solo. Dari kedua tipe pendakian gunung tersebut (tim dan solo) masing-masing memiliki keuntungan dan kerugiannya. Masing-masing memiliki sensasi tersendiri dan masing-masing memiliki tujuan yang sama, selain puncak gunung, adalah tujuan melatih dan mengasah kemampuan diri serta menempa fisik dan mental serta kepribadian. Berikut akan saya ulas secara singkat mengenai dua tipe pendakian tersebut.

12.5.10

1100 Bibit Mangroove Untuk Masa Depan

Eksplorasi alam yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan menyebabkan kondisi lingkungan semakin memprihatinkan. Pemanasan global dan pengikisan tanah daerah pesisir kini telah mencapai taraf yang berbahaya. Dan yang lebih parah lagi kesadaran masyarakat mengenai kondisi tersebut masih sangat kurang. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi. Tuntutan hidup dan kondisi ekonomi merupakan penyabab utama kurangnya kesadaran masyarakat untuk memperhatikan kelestarian lingkungan. Kita hanya bisa mengeksplorasi dan mengambil kekayaan alam ini tanpa memperhatikan kerusakan yang ditimbulkan.

Swapala Kalijaga, sebagai kelompok Pecinta Alam dari SMAN 1 Demak yang notabene memiliki kepedulian terhadap lingkungan mencoba untuk menunjukkan hal tersebut melalui moment Hari Bumi 22 April. Swapala Kalijaga mencoba untuk menunjukkan kepedulian dan memancing kesadaran masyarakat tentang kondisi lingkungan dengan kegiatan berupa Penanaman 1100 Bibit Mangroove di Daerah Pesisir Kabupaten Demak. Meski kegiatan ini tergolong kecil, tapi dengan melakukan kegiatan ini Swapala Kalijaga Berusaha untuk tetap peduli dan semoga hal ini bisa menjadi pemacu semangat bagi semua pihak dan golongan untuk lebih peduli dan melakukan kegiatan serupa yang mungkin lebih besar. Kegiatan Penanaman 1100 Bibit Mangroove dilaksanakan pada hari minggu 24 April 2010 kemarin di lokasi rawan abrasi di Desa Sukorejo Kecamatan Bonang Kabutapen Demak. Kegiatan yang didukung oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak ini berlangsung dengan lancar dan sukses. Seluruh bibit dapat ditanam di lokasi yang ditentukan. Dan dukungan dari masyarakat sekitar juga cukup baik. Semoga kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan di waktu mendatang.




Pecinta Alam bukan sekedar naik turun gunung saja... Seharusnya kita sadar bahwa kita memiliki tugas yang lebih besar dari sekedar berpetualang... Kondisi alam dan lingkungan kita menunggu kepedulian kita untuk menjaga dan melestarikannya... Tetap maju Pecinta Alam Indonesia... Salam Lestari...

18.1.10

Diklatsar dan Pelantikan angkatan XI Swapala-Kalijaga

Dengan mengucap Rasa Syukur yang sebesar-besarnya ke hdirat Tuhan YME, akhirnya terlaksana juga Diklatsar dan Pelantikan anggota baru angkatan XI Swapala-Kalijaga SMAN 1 Demak. Semoga para anggota baru yang dilantik tersebut dapat melanjutkan apa yanga telah diperjuangkan para seniornya. Sebuah harapan yang sangat besar di berikan kepada para anggota baru Swapala-Kalijaga angkatan XI. Semoga dapat menjadi anggota yang berkualitas, berdedikasi tinggi dan loyal terhadap organisasi. Serta mampu mengemban semua tugas sebagai seorang pecinta alam, sesuai dengan apa yang telah mereka terima dalam pendidikan dan latihan dasar..
Diklatsar dan pelantikan anggota Swapala-Kalijaga angkatan XI dilaksanakan tanggal 26-29 Desember 2009 yang lalu di Kawasan Gunung Ungaran. Selama empat hari para calon anggota yang berjumlah 22 orang tersebut di gembleng habis-habisan dari segi mental, ketajaman berfikir, ketajaman rasa, dan fisiknya untuk mempersiapkan diri mereka untuk menjadi anggota Swapala-Kalijaga dan menjadi seorang pecinta alam sepenuhnya. Selama 4 hari segala ideologi tentang kepecinta-alaman mereka pelajari dan mereka terapkan dalam diri mereke dengan harapan bahwa ideologi kepecinta-alaman tersebut akan menjadi prinsip hidup dan jalan hidup mereka. Semoga apa yang telah dipelajari benar-benar dapat membuat para anggota baru tersebut menjadi orang yang diharapkan semua pihak…
Selamat atas dilantiknya para anggota baru Swapala-Kalijaga angkatan XI, Selamat datang di keluarga Swapala-Kalijaga, dan selamat datang di dunia Pecinta Alam…

Daftar nama Anggota baru Swapala Kalijaga angkatan XI :
1. Habibul Munna, nama rimba "minthi"
2. Riska Aulia, nama rimba "laler"
3. Kendali Wongso, nama rimba "kemin"
4. M. Ainur Rofiq, nama rimba "kampret"
5. Anna Ma'rifat, nama rimba "coro"
6. Luthfia Hanum, nama rimba "cemani"
7. Agus Wibowo, nama rimba "bajing"
8. Nur Azizah, nama rimba "tawon"
9. Siti Rokhmatun, nama rimba "monggo"
10. Ulil Albab, nama rimba "tumo"
11. Shona Chayy, nama rimba "kenthus"
12. Annis Kurniawati, nama rimba "yuyu"
13. Anriko Fahri, nama rimba "kuthuk"
14. M. Barhan Fazabih, nama rimba "gembluk"
15. Hanum Mardiana, nama rimba "cemeng"
16. Nur Rohman, nama rimba "kuwuk"
17. Taufan Khariri, nama rimba "jaran"
18. Faizal Armadha, nama rimba "kadal"
19. Dwi Bintang, nama rimba "kodok"
20. Nuzulul Qur'anis, nama rimba "jangkrik"
21. Yosua Eren, nama rimba "wedhus"
22. Wahyu Saraswati, nama rimba "singgat"

beberapa hasil dokumentasi :

1. para peserta


2. para dedengkot


3. mendirikan bivak


4. rapelling


5. navigasi darat


6. upacara pelantikan

22.7.09

Ekspedisi Alumni Swapala di Merapi, 19-20 Juli 2009

Rencana Pendakian yang hampir gagal

Persiapan dan perjalanan menuju Merapi
Perencanaan pendakian yang sudah di bahas sejak beberapa minggu sebelumnya hampir saja gagal. karena kurangnya koordinasi tim dan perubahan jadwal yang tidak jelas. Akan tetapi dari berbagai kandala tersebut, dengan segala persiapan akhirnya terlaksana juga pendakian ini.
Perjalanan disepakati dengan mengendarai sepeda motor. perhitungan kami, jika mengendarai sepeda motor maka membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan dari Demak menuju ke Selo (basecamp merapi) melalui jalur boyolali. Tapi pada koordinasi terakhir, disepakati lewat jalur ketep, otomatis membutuhkan waktu yang lebih, karena pasti nantinya akan berhenti dulu di ketep pass untuk menikmati pemandangan merapi dari sana.
Rencana Perjalanan start dari demak jam 09.00 WIB. tetapi molor jadi berangkat jam 11.30 WIB. Perjalanan menuju ke selo cukup lancar dengan malalui tempat-tempat yang cukup indah pemandangannya dan beberapa kali berhenti untuk istirahat.
Jam 05.30 WIB akhirnya kami sampai di selo. sebelum menuju ke basecamp untuk istirahat sejenak kami harus mendaftar dulu di posko pendataan pendaki dan membayar retribusi sebesar Rp. 2.500/orang.
Setelah cukup beristirahat dan makan malam di basecamp, jam 21.00 WIB kami malakukan persiapan untuk tracking menuju ke puncak merapi. mempersiapkan perlengkapan, logistik, koordinasi tim, dan pemanasan otot supaya tidak terjadi hal yang buruk. Setelah dirasa cukup persiapan, jam 21.30 WIB kami mulai start untuk tracking. target malam ini adalah pasar bubrah.

Tracking menuju Pasar bubrah
Perjalanan diawali dengan melalui jalur aspal menuju ke joglo/new selo dengan perkiraan jarak sekitar 500m. dari new selo perjalanan dilanjutkan dengan melalui jalan setapak yang sangat berdebu melalui lahan pertanian penduduk yang sebagian besar ditanami tembakau (karena sedang musim kemarau, maka sebagian besar penduduk menanam tembakau di kebun meraka). setelah berjalan sekitar 1 jam kami mulai memasuki hutan, dan tak lama kemudian sampai di pos 1. Gambara jalur dari new selo menuju ke pos 1 adalah jalur setapak dengan track yang cukup landai, jalur tanah dengan banyak debu.
di pos 1 kami istirahat sebentar, sekitar 5 menit untuk mengatur nafas lalu kemudian elanjutkan perjalanan. dari pos 1 menuju pos 2 jalur tidak banyak perbedaan. masih dengan jalur tanah yang berdebu. Lepas dari pos 2 kami mulai menemui jalur berbatu. track di jalur ini lebih curam. membutuhkan tenaga ekstra untuk bisa melewatinya. tapi kami masih sangat menikmati perjalanan dengan beberapa candaan di sela-sela rasa letih yang mulai melanda.
Sekitar 3 jam perjalanan dari basecamp, perjalanan terasa makin berat, karena rasa letih, kantuk, dan lapar yang semakin menguasai fisik kami.tapi dengan semangat yang tetap dijaga bersama, akhirnya setelah berjalan sekitar 4 jam kami mulai mendekati pasar bubrah. semangat yang sebelumnya sudah hampir habis, akhirnya bangkit kembali. harapan kami mulai tumbuh, karena setelah sampai di pasar bubrah kami mempunyai kesempatan untuk istirahat melepas rasa letih yang telah melanda.Sekitar jam 02.00 WIB kami sampai di pasar bubrah. kami langsung mendirikan tenda untuk istirahat. dan tak lupa sebelum istirahat kami mengisi perut dengan makanan yang bergizi untuk mengembalikan stamina tubuh.
Pagi harinya sekitar jam 05.30 warna merah di ufuk timur mulai terlihat. mengundang hasrat untuk bangun dan menikmati matahari terbit dari pasar bubrah. Pemandangan yang sangat indah, menyambut terbitnya sang hari di pasar bubrah dengan suhu 10 derajat celcius...

Tracking menuju puncak garuda
Sekitar jam 07.30 WIB kami mulai melakukan persiapan untuk tracking menuju ke puncak garuda. Mempersiapkan logistik, P3K, dan beberapa perlengkapan yang dibutuhkan untuk menuju di puncak garuda. dan tak lupa mempersiapkan fisik dan stamina dengan sarapan makanan yang bergizi.Jam 08.00 WIB kami mulai untuk tracking menuju ke puncak garuda. beberapa perlengkapan yang tidak dibutuhkan kami tinggalkan di pasar bubrah supaya perjalanan jadi lebih ringan. Jalur menuju ke puncak garuda sangat terjal, dengan jalur berbatu yang sangat curam, beberapa kali sempat terpeleset karena batuan kerikil yang dilewati sempat longsor saat ditapaki. Dengan perjuangan yang cukup melelahkan, akhirnya setelah berjalan sekitar 45 menit kami sampai di puncak garuda. menikmati suasana di puncak dengan berfoto bersama dan menikmati pemandangan sekitar berupa kawah mati, belerang yang masih mengeluarkan asap, melihat pemandangan gunung merbabu.Dengan berbagai kendala, dan tak lupa dengan semangat yang membara akhirnya perjalanan menuju ke puncak merapi berakhir dengan kesuksesan untuk seluruh tim.. Kami bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat berupa alam raya yang sungguh indah dan kami dapat menikmatinya. terimakasih untuk seluruh tim atas kerjasama yang sangat solid, hal itu lah yang mendorong kita semua untuk mencapai sukses ini..
Tim Ekspedisi : Alumni Swapala-Kalijaga

8.5.09

penanaman pohon peringatan Hari Bumi 2009

Pada peringatan hari bumi beberapa waktu yang lalu, Swapala-Kalijaga melaksanakan kegiatan penanaman pohon di lingkungan SMA 1 Demak sebagai salah satu upaya kepedulian terhadap lingkungan. meski lingkupnya kecil, diharapkan kegiatan ini dapat menggugah semangat pihak lain untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh anggota Swapala Kalijaga saja, melainkan melibatkan beberapa kelompok/organisasi lain dari SMA N 1 Demak, diantaranya SC (Sience Club), OSIS, dan Rohis.. Semoga untuk ke depan kami dapat melakukan kegiatan yang lebih besar.
Berikut beberapa dokumentasi kegiatan penanaman pohon tersebut

17.1.09

DIKLATSAR DAN PELANTIKAN ANGGOTA ANGKATAN X

Diklatsar dan pelantikan anggota baru Swapala-Kalijaga angkatan X telah sukses dilaksanakan pada tanggal 3-6 januari 2009 kemarin. Lokasi Diklatsar tersebut adalah di wilayah Gunung Ungaran. Diklatsar dilaksanakan selama empat hari tiga malam, malam yang pertama di Lokasi SMA negeri 1 demak sedangkan hari berikutnya sampai selesai di ungaran.
Kegiatan-kegiatan diklatsar tersebut ada bermacam-macam, dari kegiatan uji materi teori, praktek lapangan, kegiatan pembentukan mental dan fisik serta pemantapan calon anggota untuk menjadi anggota resmi Swapala yang ditandai dengan pelantikan dan penyemayan tanda keanggotaan.
Kegiatan yang cukup menguras energi tersebut bertujuan untuk membentuk calon anggota menjadi anggota yang memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasinya, lebih mencintai alam, melatih cara-cara dan trik-trik hidup di alam bebas, serta melati dan membentuk rasa kebersamaan yang kuat.
hasil dari diklatsar tersebut diharapkan akan terlahir generasi baru Swapala yang lebih bisa di banggakan, loyal terhadap organisasi, mencintai alam, memiliki jiwa, mental dan fisik yang kuat, memiliki rasa persaudaraan yang tinggi, serta menjadi sosok seorang pencinta alam yang siap mengemban tugas, dan misi pencinta alam..

Berikut beberapa hasil dokumentasi diklatsar angkatan x beberapa waktu yang lalu :
1.
2.
3.4.
5.6.

7.8.

9.10.

11.12.

13.14.

Keterangan gambar :
1. Checking Perlengkapan
2. Ujian materi teori
3. perjalanan menuju lokasi
4. Pendirian bivak peserta
5. Para senior panitia diklatsar
6. lokasi camp dengan background puncak ungaran
7. foto bersama biyung
8. pengarahan sebelum praktek lapangan
9. usai penelusuran gua jepang
10. menjelang diklatsar selesai
11. upacara penutupan
12. suasana upacara penutupan, hujan dan berkabut
13. pelantikan
14. pelantikan